Berdasarkan pengamatan sejenak, akhirnya saya memutuskan pindah ke sini.
Dengan demikian, blog ini sementara "ditutup".
13 Desember 2007
12 Desember 2007
Awal = Akhir
Ini adalah tulisan pertama saya di dunia blog-blogan. Sebuah pembuka, tapi ditulis di akhir tahun. Tidak masalah. Pokoknya ingin belajar berekspresi melalui tulisan. Soalnya, kata seorang teman, orang Indonesia banyak yang gagap berekspresi. Kelas celeb atau artis pun kalau ditanya belum tentu jelas jawabannya. "ya.. pokoknya gitu deh.." atau "acaranya ok banget" tanpa menjelaskan apa yang sebetulnya mereka maksud.
Jadi, saya cuma mau belajar menuliskan apa yang saya maksud. Paling tidak dari sudut pandang sendiri aja.
Ngomong-ngomong soal akhir jadi teringat bahwa konon dua sifat Tuhan di antaranya adalah Maha Awal dan Maha Akhir. Bagi sebagian orang mungkin memikirkan atau menalar dua sifat tadi termasuk mubazir, sia-sia, atau percuma. Tapi, menurut saya kok lain ya?
Sebagai pencipta segala sesuatu, termasuk waktu, wajar kalau Dia disebut Sang Awal. Semua berasal dari Dia. Sebaliknya, sebagai tempat kembalinya segala sesuatu wajar juga kalau Tuhan disebut Sang Akhir. Jadi, awal = akhir dong. Bagaimana logikanya? Hmmm... Dikaitkan dengan awal tulisan sepertinya kok nyambung ya?
Barangkali bisa dibayangkan seperti gambar sebuah lingkaran. Konon, sebuah garis adalah kumpulan begitu banyak titik-titik yang berbaris, jadi lingkaran pun punya prinsip yang sama. Kalau kita ambil satu sebagai awal, di manakah akhirnya? Ternyata kok di awal lagi. Berarti titik awal = titik akhir, kan? Sepertinya jadi logis kalau disebutkan ada sifat satu lagi yang terkait, yaitu Tidak Berawal dan Tidak Berakhir. Barangkali bisa dianalogikan seperti sebuah siklus waktu yang terus berputar tanpa henti. Katanya sih sampai Sang Awal menentukan akhir dari semuanya, yang mana adalah Dia juga.
Wah, berarti memang tidak masalah menuliskan sebuah awal tapi di akhir... he he he
Jadi, saya cuma mau belajar menuliskan apa yang saya maksud. Paling tidak dari sudut pandang sendiri aja.
Ngomong-ngomong soal akhir jadi teringat bahwa konon dua sifat Tuhan di antaranya adalah Maha Awal dan Maha Akhir. Bagi sebagian orang mungkin memikirkan atau menalar dua sifat tadi termasuk mubazir, sia-sia, atau percuma. Tapi, menurut saya kok lain ya?
Sebagai pencipta segala sesuatu, termasuk waktu, wajar kalau Dia disebut Sang Awal. Semua berasal dari Dia. Sebaliknya, sebagai tempat kembalinya segala sesuatu wajar juga kalau Tuhan disebut Sang Akhir. Jadi, awal = akhir dong. Bagaimana logikanya? Hmmm... Dikaitkan dengan awal tulisan sepertinya kok nyambung ya?
Barangkali bisa dibayangkan seperti gambar sebuah lingkaran. Konon, sebuah garis adalah kumpulan begitu banyak titik-titik yang berbaris, jadi lingkaran pun punya prinsip yang sama. Kalau kita ambil satu sebagai awal, di manakah akhirnya? Ternyata kok di awal lagi. Berarti titik awal = titik akhir, kan? Sepertinya jadi logis kalau disebutkan ada sifat satu lagi yang terkait, yaitu Tidak Berawal dan Tidak Berakhir. Barangkali bisa dianalogikan seperti sebuah siklus waktu yang terus berputar tanpa henti. Katanya sih sampai Sang Awal menentukan akhir dari semuanya, yang mana adalah Dia juga.
Wah, berarti memang tidak masalah menuliskan sebuah awal tapi di akhir... he he he
Langgan:
Entri (Atom)